Sabtu, 19 November 2011

Malamnya nenek-nenek

Sebelum aku memulai striptis, maksudnya yang stripitis jari aku. Marilah kita lafas kan basmalah
Bismilahirahmanirahim, agar postingan ini diberkahi allah.

Cekidot bekicot



Ini malam, malam yang penuh rasa, mulai dari jam 11,an malam gitu aku nerusin baca buku yang tak jelas judulnya tapi lumayan membuat aku nyengir kuda, KACUT SOBEK judul bukunya, ini buka baru aja aku beli tadi siang, di gramedia rencana awal mau beli buku belajar aauh toket (baca: autocad). Ehh malah beli buku ini. Isi bukunya unyu-unyu kayak aku........ ya udah lah aku tarik lagi, ntar kalian malah berpikiran yang nggak2 pula. Setelah men-The End-kan baca buku itu (*eh kq ngawur kata2 aku, ya udah maklumi aja udah malem soalnya*) aku mencoba untuk tidur. Dengan binalnya mata aku gak bisa di tutup, kayak ngeliat nenek salto sambil beatbox. melotot sambil mangap keluar iler, terus tewas ditempat saat, nenek itu mengedipkan mata dengan centilnya, bbrrrr nenek siapa pula itu.

Karena gak bisa tidur, aku ambil sebuah benda tebalnya kayak buku, lumayan berat, terus bercahaya, ada huruf2nya, sering orang katakan kalo gak salah laptop, bener gak tuh. Pertama aku bingung mau ngapian aku dengan laptop ini., dengan inisiatif tingkat tinggi, dan berpikiran keras, walaupun otak aku gak sinkorn. Aku buka folder terlarang itu. Aku tonton (*kalo belum nangkep juga, namanya bokep*) udah tau kan. Sekitar 20,an lebih nonton video dengan makluk tak berpakaian didalamnya. Masih juga mata ini gak bisa nutup mungkin mau nunggui nenek tadi ya.

Tiba-tiba di keheningan malam itu terdengar suara yang menurut aku tak asing lagi, tapi aku belum yakin. Aku selidiki suara dimana suara itu berasal. Suaranya makin kencang dan............ jackpot aku menemukanya, ternyata cacing peliharaan aku udah dugem dengan nenek tadi.
Terpaksa lah aku ke bawah cari makanan. WHAT gak ada apa2, keg mana ini apa yang mau aku makan, ntar nenek itu ngajak aku ML, mendingan aku pergi ke jalan raya terus telanjang, dan onani disitu daripada ML sama nenek-nenek. Akhirnya aku menemukan seonggok mie instan di lemari. Tanpa pikir panjang kalo panjang otak aku bisa ng-hang pula. Langsung aja aku lahap mie instan itu bak gembel tersesat di gurun pasir selama 7 hari tanpa makan dan minum (jangan percaya mana ada orang yang kayak gitu). Setelah membungkam perut ku, ritual setelah makan adalah ng-racun, beehh nikmatnya, beh bagai di rokok om-om, ishh NAJIS. Sekarang masalah utamanya koq ada ya nenek-nenek keluyuran malam-malam keg gini. Coba kalian tanya sama rumput yang bergoyang dengan gaya goyang dayung.
Kriik...Kriik...Kriik...Kriik si penulis udah tidur dengan nenek-nenek tadi........... (tolong jangan di bayangin)


Salam Kribo_unyuunyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar